Kabarwaykanan – Sunderland telah mengonfirmasi kepindahan penyerang muda Simon Adingra ke AS Monaco dengan status pinjaman hingga akhir musim 2025-2026. Keputusan ini diambil setelah sang pemain kesulitan mendapatkan waktu bermain reguler di Stadium of Light, membuka babak baru dalam kariernya di Ligue 1 Prancis. Di sisi lain, The Black Cats menunjukkan bahwa mereka mampu mengatasi absennya Adingra, bahkan tampil perkasa di kancah Premier League.
Keputusan Klub dan Alasan Transfer

Direktur Olahraga Sunderland, Kristjaan Speakman, membeberkan alasan di balik kesepakatan peminjaman Adingra. Menurut Speakman, langkah ini merupakan kesempatan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. "Ketika mempertimbangkan keseimbangan dan prioritas skuad, kami merasa ini adalah kesempatan yang disepakati bersama yang memastikan Simon bermain secara reguler sepanjang paruh kedua musim," jelas Speakman. Pernyataan ini menggarisbawahi keinginan klub untuk memastikan perkembangan pemainnya, sekaligus mengakui kebutuhan Adingra akan menit bermain yang lebih konsisten.
Speakman juga menyoroti kualitas dan karakter profesional yang dimiliki Adingra. "Kedudukan transfer ini merepresentasikan kualitas dan karakteristik profesional yang ia miliki, di samping motivasinya untuk bermain setiap minggu," tambahnya. Sunderland akan terus memantau perkembangan Adingra di Monaco, menunjukkan bahwa mereka masih memiliki harapan besar terhadap pemain berusia 24 tahun tersebut. Klub Ligue 1 itu juga memiliki opsi untuk mempermanenkan Adingra di jendela transfer musim panas mendatang, sebuah klausul yang memberikan fleksibilitas bagi semua pihak dan potensi keuntungan finansial bagi Sunderland.
Performa Sunderland Tanpa Adingra
Absennya Simon Adingra ternyata tidak menghambat laju impresif Sunderland di liga domestik. The Black Cats berhasil melanjutkan tren tak terkalahkan mereka di Stadium of Light dengan kemenangan telak 3-0 atas Burnley yang dipastikan terdegradasi ke Championship. Kemenangan ini menjadi bukti kedalaman skuad dan strategi jitu pelatih Regis Le Bris yang mampu meracik tim tanpa kehadiran Adingra.
Salah satu bintang dalam pertandingan tersebut adalah Habib Diarra, yang kembali ke starting XI setelah membela negaranya di Piala Afrika. Diarra tampil cemerlang dengan mencetak dua gol di babak pertama, menunjukkan kontribusi signifikan yang mampu mengisi kekosongan di lini serang. Dengan hasil positif ini, Sunderland kini semakin kokoh di papan atas klasemen, mengumpulkan 36 poin dari 24 pertandingan. Mereka bahkan mulai membidik satu tempat di kompetisi Eropa musim depan, sebuah pencapaian ambisius yang semakin realistis dengan performa konsisten tim dan kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan perubahan komposisi pemain.
Perjalanan Adingra di Stadium of Light
Kedatangan Simon Adingra ke Sunderland merupakan bagian dari gelombang 15 pemain baru yang direkrut klub. Namun, tidak semua rekrutan mampu langsung beradaptasi dan memberikan dampak instan. Adingra menjadi salah satu pemain yang kesulitan mengukuhkan tempat di starting XI Sunderland. Selama waktunya di klub, mantan pemain Brighton & Hove Albion ini hanya tampil sebagai starter dalam sembilan pertandingan Premier League, dengan catatan satu gol.
Persaingan ketat di lini serang Sunderland, ditambah dengan adaptasi terhadap intensitas Premier League, mungkin menjadi faktor utama yang menghambat Adingra. Sementara beberapa rekrutan baru lainnya, seperti Nordi Mukiele dan Granit Xhaka, berhasil tampil cemerlang dan menjadi pilar penting tim, Adingra harus puas dengan peran yang lebih terbatas. Kurangnya menit bermain tentu menjadi kekhawatiran bagi pemain muda yang sedang dalam tahap pengembangan karier, sehingga opsi peminjaman ke Monaco dianggap sebagai solusi terbaik untuk mendapatkan pengalaman berharga dan mengembalikan kepercayaan dirinya di lapangan hijau.
Babak Baru di Ligue 1 Bersama Monaco
Kepindahan ke AS Monaco menawarkan Adingra kesempatan emas untuk menghidupkan kembali performanya dan menunjukkan kualitas yang ia miliki. Ligue 1 dikenal sebagai liga yang kompetitif, dan bermain untuk klub sekelas Monaco akan memberinya platform yang ideal untuk berkembang. Adingra berpotensi melakoni debutnya untuk Monaco dalam pertandingan Coupe de France melawan Strasbourg pada Kamis malam. Ini akan menjadi momen penting baginya untuk membuktikan diri dan segera beradaptasi dengan gaya permainan tim barunya, serta menunjukkan kepada pelatih bahwa ia layak mendapatkan tempat reguler.
Bagi Adingra, langkah ini bukan hanya sekadar perpindahan klub, melainkan sebuah kesempatan untuk menemukan kembali ritme permainan, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengembangkan keterampilannya di lingkungan baru yang mungkin lebih cocok dengan gaya bermainnya. Sunderland, melalui Speakman, telah menegaskan bahwa mereka akan memantau kemajuannya dengan cermat, mengindikasikan bahwa pintu untuk kembali ke Stadium of Light masih terbuka lebar jika Adingra berhasil tampil impresif di Prancis. Ini adalah langkah strategis yang diharapkan dapat menguntungkan semua pihak, terutama bagi perkembangan karier Simon Adingra sendiri di panggung sepak bola Eropa.



