Kabarwaykanan – Kurang dari sebulan setelah dihancurkan AZ Alkmaar dengan skor telak 6-0 di ajang KNVB Beker, raksasa Amsterdam, Ajax, akan kembali menyambangi AFAS Stadion pada hari Minggu. Pertandingan ini menjadi salah satu sorotan utama Eredivisie akhir pekan ini, di mana Ajax bertekad untuk meraih hasil yang sangat berbeda. Namun, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. De Joden belum pernah merasakan kemenangan dalam laga tandang ini sejak Maret 2022, dan mereka datang ke Alkmaar dengan membawa beban rentetan 10 pertandingan tanpa mampu menundukkan tuan rumah. Trauma kekalahan memalukan di piala domestik masih membayangi, menambah tekanan bagi skuad asuhan Fred Grim untuk memutus dominasi AZ di kandang mereka sendiri. Laga ini bukan hanya sekadar perebutan poin, melainkan juga pertaruhan harga diri dan upaya untuk mengembalikan kepercayaan diri setelah pukulan telak yang mereka alami.
Pertarungan Sengit di AFAS Stadion

Ketika Maarten Martens memimpin AZ Alkmaar meraih kemenangan telak 6-0 atas Ajax di babak 16 besar KNVB Beker, sedikit yang menduga bahwa sang pelatih akan segera dicopot dari jabatannya. Ironisnya, kurang dari seminggu setelah memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka melawan De Joden menjadi 10 pertandingan, Martens harus angkat kaki. Keputusan mengejutkan dari manajemen Alkmaar ini diambil setelah kekalahan 3-1 dari PEC Zwolle, sebuah hasil yang menandai kekalahan keenam The Cheese Farmers di Eredivisie musim ini. Sejak saat itu, AZ kembali menelan kekalahan, kali ini 3-1 di kandang sendiri dari NEC yang produktif. Hasil-hasil yang campur aduk ini terus berlanjut di bawah arahan pelatih interim Lee-Roy Echteld, yang diperkirakan akan tetap menjabat hingga akhir musim.
Performa Inkonsisten AZ Alkmaar
Meskipun demikian, AZ menunjukkan respons positif setelah kekalahan liga pekan lalu dengan meraih kemenangan tipis 2-1 atas FC Twente di ajang piala, mengamankan tempat di semifinal turnamen. Pencapaian ini membawa mereka selangkah lebih dekat menuju final dan ambisi meraih gelar KNVB Beker kelima mereka, yang terakhir kali direbut pada tahun 2013. Namun, sebelum fokus penuh pada final, mereka harus melewati periode sulit di liga domestik. AZ hanya mampu meraih dua kemenangan dari sepuluh pertandingan Eredivisie terakhir mereka, dengan enam di antaranya berakhir dengan kekalahan. Terlepas dari performa liga yang kurang meyakinkan, kemenangan telak atas Ajax pada pertengahan Januari lalu, yang merupakan kemenangan ketujuh mereka dalam sepuluh pertemuan terakhir dan yang keenam dalam tujuh laga terakhir, seharusnya mengisi para penggemar dengan optimisme akan hasil positif, terlepas dari performa pramusim di Alkmaar.
Misi Sulit Ajax di Kandang Lawan
Meskipun berhasil menghindari kekalahan dalam delapan pertandingan Eredivisie berturut-turut, Fred Grim tidak akan mengharapkan tantangan yang mudah dari The Cheese Farmers. Timnya sendiri sempat tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan di semua kompetisi sebelum menderita kekalahan telak di AFAS Stadion. Kurang dari sebulan kemudian, Ajax kembali ke markas lawan, sebuah tempat di mana mereka belum pernah meraih kemenangan sejak Maret 2022. Mereka bertekad untuk mengakhiri catatan buruk di Alkmaar. Sejak kemenangan terakhir mereka hampir empat tahun lalu, raksasa Amsterdam ini belum mampu mengalahkan The Cheese Farmers dalam enam kunjungan terakhir, sebuah statistik yang ingin mereka ubah pada hari Minggu ini.
Tantangan Pertahanan De Joden
Setelah tersingkir dari piala di tangan lawan akhir pekan ini, tim asuhan Grim memang tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan liga, meskipun dua di antaranya berakhir dengan skor imbang 2-2. Hal ini semakin menyoroti masalah pertahanan Ajax yang terus-menerus dan kesulitan mereka dalam mencatatkan clean sheet. Dalam empat dari lima pertandingan Eredivisie terakhir mereka, Ajax selalu kebobolan dua gol, bermain imbang 2-2 melawan NEC, Go Ahead Eagles, dan SBV Excelsior, sementara mereka berhasil mengalahkan Telstar 3-2 bulan lalu. Rentetan hasil imbang ini mungkin menjelaskan mengapa klub yang saat ini berada di posisi keempat tersebut belum mampu naik lebih tinggi di klasemen. Kecenderungan mereka untuk bermain imbang (total delapan kali) menghalangi mereka untuk menyalip Feyenoord yang berada di posisi kedua, yang juga sempat mengalami penurunan performa signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Dengan hanya selisih satu poin dari raksasa Rotterdam, Ajax berpotensi mengakhiri akhir pekan di posisi kedua atau ketiga, dalam perebutan sengit antara empat atau lima tim untuk memperebutkan dua tempat teratas di belakang PSV Eindhoven.
Sorotan Pemain Kunci dan Prediksi
Untuk AZ, beberapa pemain seperti Kees Smit dan Mexx Meerdink akan dievaluasi kondisinya, sementara trio Jordy Clasie, Sven Mijnans, dan Denso Kasius diperkirakan akan absen. Di bawah mistar gawang, Rome Jayden Owusu-Oduro tampil memukau dengan tujuh penyelamatan krusial dalam kemenangan 2-1 di piala atas Twente. Sementara itu, Troy Parrott menjadi pahlawan di lini serang, mencetak gol dan memberikan assist untuk melanjutkan kontribusi pentingnya. Parrott telah terlibat dalam lima gol (tiga gol, dua assist) dalam empat penampilan terakhirnya untuk klub, dan ia berambisi untuk mempertahankan performa apiknya melawan Ajax.
Kabar Terkini Skuad Kedua Tim
Di kubu Ajax, selain Ko Itakura yang absen, tim tamu memiliki skuad yang relatif lengkap untuk dipilih melawan AZ. Kondisi ini bisa menumbuhkan optimisme saat mereka berusaha menghindari hasil mengecewakan lainnya di Alkmaar. Mika Godts menjadi salah satu pemain kunci Ajax; tiga dari sepuluh gol Eredivisie-nya merupakan gol penentu kemenangan, hanya kalah dari lima gol penentu kemenangan Tobias Lauritsen (Sparta Rotterdam) dan Ayase Ueda (PSV), serta Guus Til (PSV) dengan empat gol. Penyerang ini bertekad untuk kembali menjadi penentu pada hari Minggu. Kualitas Godts sebagai penentu pertandingan semakin diperkuat dengan tujuh assist-nya yang merupakan yang tertinggi di tim, menyoroti ancaman ganda dirinya sebagai pencetak gol dan penyedia assist.
Analisis dan Prediksi Akhir
Bekas luka psikologis dari kekalahan telak 6-0 mungkin masih menghantui para pemain Ajax saat mereka kembali ke stadion di mana mereka belum pernah meraih kemenangan dalam hampir empat tahun. AZ Alkmaar tampaknya memiliki formula khusus untuk mengalahkan Ajax, terlepas dari siapa yang duduk di kursi pelatih. Mereka diperkirakan akan menemukan banyak celah di lini belakang Ajax yang telah kebobolan dua gol dalam empat dari lima pertandingan liga terakhir mereka. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, Kabarwaykanan.com memprediksi AZ Alkmaar akan kembali meraih kemenangan dengan skor 3-1 atas Ajax.



