Kabarwaykanan – Gelaran BNP Paribas Open di Indian Wells akan menjadi panggung debut yang menarik bagi petenis muda Prancis, Terence Atmane. Ia dijadwalkan menghadapi veteran berpengalaman asal Bulgaria, Grigor Dimitrov, dalam pertandingan yang diprediksi akan menyajikan duel menarik pada Rabu mendatang. Kembalinya Atmane ke lapangan ini menandai penampilan pertamanya sejak insiden kontroversial di Acapulco, di mana ia harus menelan kekalahan akibat penalti poin yang mengakhiri pertandingan, sebuah pelanggaran waktu servis kedua yang mengejutkan. Petenis berusia 24 tahun itu dihukum karena dianggap tidak siap menerima servis dalam batas waktu 25 detik, sebuah momen yang ia harap bisa ia tinggalkan di belakangnya saat kini berhadapan dengan peraih sembilan gelar ATP Tour tersebut. Pertarungan ini bukan hanya sekadar perebutan tiket ke babak selanjutnya, melainkan juga kesempatan bagi Atmane untuk membuktikan kematangannya di level tertinggi, sementara Dimitrov berjuang menemukan kembali performa terbaiknya setelah serangkaian cedera.
Perjalanan Atmane: Dari Insiden Kontroversial hingga Puncak Karier

Perjalanan Terence Atmane di awal musim 2026 ini penuh dengan dinamika. Meskipun kekalahan dari Miomir Kecmanovic di Acapulco dengan skor 3-6, 3-6 kemungkinan besar akan tetap terjadi, cara kekalahan tersebut – melalui penalti poin pada match point – sungguh tidak terduga. Petenis kidal ini, yang saat itu juga sedang kurang sehat, merasa kurang mendapatkan pertimbangan atas kondisi fisiknya di Meksiko. Kini, ia bertekad untuk melupakan kekecewaan tersebut dan meraih kesuksesan di turnamen Sunshine Swing yang prestisius ini.
Menariknya, Atmane baru-baru ini berhasil mengalahkan Dimitrov di Acapulco. Dalam pertemuan tersebut, ia menunjukkan performa impresif dengan menyelamatkan kedua break point yang dihadapinya dan berhasil mengkonversi tiga dari sembilan peluang break yang diciptakan atas servis pemain yang sepuluh tahun lebih tua darinya itu. Kemenangan atas Dimitrov tersebut, diikuti dengan kemenangan atas Rafael Jodar, menandai pertama kalinya Atmane meraih dua kemenangan beruntun di tahun 2026. Pencapaiannya melaju hingga perempat final di turnamen ATP 500 di Meksiko itu berbuah manis, mengantarkannya meraih peringkat tertinggi dalam kariernya, yaitu No. 54 dunia.
Sebelumnya, Atmane pernah gagal di babak kualifikasi Indian Wells pada tahun 2024 dan 2025. Dengan rekor 4-6 di musim 2026, petenis Prancis ini sangat ingin menampilkan performa positif dan memperbaiki catatan tersebut dengan mengalahkan lawan berpengalaman seperti Dimitrov. Peluang ini tidak dapat dipandang sebelah mata, mengingat Dimitrov sendiri belum menemukan ritme permainan yang solid sejak kembali dari cedera terbarunya.
Dimitrov: Perjuangan Sang Veteran Melawan Waktu dan Cedera
Bagi Grigor Dimitrov, Indian Wells kali ini menjadi tantangan tersendiri. Cedera dan faktor usia telah memakan korban pada performa petenis Bulgaria ini, menyebabkan peringkatnya terus merosot. Kembalinya Dimitrov setelah cedera otot dada yang dideritanya saat melawan Jannik Sinner di Wimbledon tahun lalu ternyata berumur pendek. Ia kemudian mengalami cedera bahu yang mengakhiri musimnya di Paris Masters. Mantan petenis peringkat 3 dunia ini, yang memasuki Wimbledon dengan peringkat 21, kini telah tergelincir ke posisi 42 di tur putra.
Sejak kemenangannya di Brisbane, Dimitrov belum berhasil meraih kemenangan lagi, menderita empat kekalahan beruntun dari Raphael Collignon, Tomas Machac, Alex Michelsen, dan tentu saja, lawan yang akan dihadapinya pada Rabu ini, Terence Atmane. Dengan rekor 1-4 di awal musim 2026, masih harus dilihat apakah bintang Bulgaria ini dapat menemukan kesuksesan pertamanya dalam dua bulan terakhir di Sunshine Double.
Meski demikian, Dimitrov memiliki rekor yang luar biasa di Indian Wells. Ia belum pernah kalah di pertandingan babak pertama di California, dengan kekalahan terawalnya terjadi pada babak-babak selanjutnya di tahun 2012, 2016, 2018, dan 2023. Dalam dua tahun terakhir, ia berhasil mencapai babak 16 besar sebelum akhirnya takluk di tangan Daniil Medvedev dan Carlos Alcaraz. Untuk mengalahkan Atmane dan mengamankan tempat di babak kedua, yang berpotensi mempertemukannya kembali dengan Alcaraz, Dimitrov membutuhkan perubahan signifikan dalam performanya.
Rekor Pertemuan dan Prediksi Pertandingan
Pertemuan Atmane dan Dimitrov di Indian Wells akan menjadi yang ketiga kalinya di tur putra. Kedua pemain memiliki catatan saling mengalahkan satu kali. Kemenangan Dimitrov terjadi di lapangan tanah liat Roma dua tahun lalu dengan skor 7-6(3), 6-3. Sementara itu, Atmane, yang sepuluh tahun lebih muda, berhasil mengungguli semifinalis Indian Wells 2021 itu baru-baru ini di Acapulco, di mana ia secara konsisten memberikan tekanan pada servis-servis Dimitrov.
Kemenangan Atmane di Meksiko tersebut, yang sekaligus mengakhiri tiga kemenangan beruntun Dimitrov atas pemain kidal, seharusnya memberikan optimisme yang sangat dibutuhkan bagi petenis Prancis itu. Mengingat Dimitrov belum menunjukkan ritme permainan yang meyakinkan, sulit untuk tidak menjagokan kemenangan bagi Atmane. Jika kondisi kesehatan Atmane telah pulih sepenuhnya dari sakit yang dideritanya pekan lalu, ia seharusnya menjadi favorit untuk memenangkan pertandingan ini, kemungkinan besar dalam dua set langsung. Pertandingan ini akan menjadi ujian mental dan fisik bagi kedua petenis, dengan Atmane yang bersemangat untuk membuat pernyataan di panggung besar, dan Dimitrov yang berjuang untuk membalikkan keadaan.



