Kabarwaykanan – Stadion Fadil Vokrri akan menjadi saksi bisu pertarungan sengit antara Drita dan Celje pada Kamis malam, saat kedua tim berhadapan dalam leg pertama babak playoff Liga Konferensi UEFA. Pertandingan ini krusial bagi ambisi mereka untuk melangkah lebih jauh di kompetisi Eropa, dengan Drita yang berupaya mencetak sejarah dan Celje yang ingin mengukuhkan dominasi mereka di panggung kontinental.
Ambisi Sejarah Drita di Kancah Eropa

Drita, yang dikenal dengan julukan "Intelektualet", memiliki tekad kuat untuk mengukir sejarah baru bagi sepak bola Kosovo. Jika berhasil melaju dari babak playoff ini, mereka akan menjadi tim pertama dari Kosovo yang mencapai fase gugur dalam kompetisi klub pria UEFA. Sejak diperkenalkan pada musim 2021-22, Drita selalu menjadi peserta reguler di babak kualifikasi Liga Konferensi, namun pencapaian mereka kali ini menandai pertama kalinya klub tersebut berhasil mencapai tahap utama turnamen.
Pasukan yang diasuh oleh Zekirija Ramadani menyelesaikan fase grup di posisi ke-20 dengan perolehan delapan poin dari enam pertandingan. Mereka hanya menelan kekalahan saat menghadapi lawan-lawan yang secara luas dianggap lebih superior, seperti AZ Alkmaar dan Rayo Vallecano. Meskipun demikian, performa Drita di kompetisi ini belum sepenuhnya memukau. Mereka hanya berhasil mencetak empat gol dari enam pertandingan Liga Konferensi sejauh ini, sebuah catatan gol yang hanya dilampaui oleh tiga tim lain yang memiliki produktivitas lebih rendah. Di kancah domestik, setelah sempat menjadi juara dengan selisih 12 poin yang mencolok musim lalu, posisi ketiga di Superliga setelah 20 pertandingan saat ini tentu menjadi hasil yang kurang memuaskan bagi tim Kosovo ini, menunjukkan adanya tantangan yang perlu diatasi untuk kembali ke performa puncak.
Pengalaman Eropa Celje dan Tantangan Adaptasi Pelatih Baru
Celje, yang dijuluki "Grofje", membawa bekal pengalaman yang lebih kaya di Liga Konferensi. Setelah penampilan impresif di kampanye perdana mereka, di mana mereka berhasil mencapai perempat final sebelum akhirnya tersingkir oleh raksasa Italia Fiorentina pada edisi 2024-25, mereka kini berambisi untuk melampaui pencapaian tersebut di musim ini. Celje bahkan tercatat sebagai tim dengan peringkat terendah yang sukses melewati babak playoff di turnamen sebelumnya, menunjukkan kapasitas mereka untuk mengejutkan tim-tim yang lebih diunggulkan.
Klub asal Slovenia ini menunjukkan dominasi yang tak terbantahkan di liga domestik, memimpin Prva Liga dengan keunggulan 12 poin yang signifikan setelah 22 pertandingan. Di fase grup Liga Konferensi, mereka berhasil memenangkan tiga dari enam pertandingan dan finis di posisi ke-13 dalam klasemen liga. Namun, performa mereka di Liga Konferensi belakangan ini menunjukkan sedikit penurunan, dengan gagal memenangkan tiga pertandingan terakhir, yang semuanya terjadi saat melawan tim yang secara peringkat berada di bawah mereka. Pergantian pelatih dari Albert Riera, yang masa jabatannya selama 18 bulan berakhir di awal bulan, ke Ivan Maevskiy, juga menimbulkan pertanyaan besar. Masih harus dilihat seberapa cepat pelatih baru ini dapat beradaptasi dengan klub dan apakah ia mampu mengulang kesuksesan pendahulunya dalam memimpin Grofje melaju jauh di kompetisi Eropa.
Kondisi Terkini Tim dan Daftar Absen
Kedua tim akan menghadapi pertandingan krusial ini dengan beberapa masalah cedera dan skorsing yang dapat memengaruhi strategi mereka.
Absensi Kunci Drita
Drita akan menghadapi pertandingan ini tanpa beberapa pemain penting. Blerton Sheji harus absen karena skorsing satu pertandingan setelah mengumpulkan kartu kuning ketiga di Liga Konferensi musim ini saat melawan Rayo Vallecano. Selain itu, bek Juan Mesa masih belum bisa tampil musim ini, sementara Rron Broja masih menepi karena cedera yang dideritanya pada November lalu saat menghadapi Shkendija. Dengan kiper utama Faton Maloku kemungkinan besar tidak tersedia, Laurit Behluli diperkirakan akan kembali mengawal gawang Drita untuk penampilan keduanya di kompetisi musim ini, sebuah tanggung jawab besar di laga sepenting ini.
Daftar Cedera Celje
Tim tamu Celje juga tidak luput dari masalah cedera. Mark Zabukovnik, gelandang berusia 25 tahun, masih absen setelah mengalami cedera lutut pada babak kualifikasi Liga Konferensi Agustus lalu. Bek Zan Karnicnik juga tidak bisa bermain karena cedera bahu yang dideritanya pada November. Situasi kiper juga menjadi perhatian serius. Setelah kiper cadangan Luka Kolar ditarik keluar hanya dua menit setelah memulai pertandingan pertamanya musim ini melawan Mura pada Sabtu lalu karena cedera, ini berarti Zan Leban akan kembali mengisi posisi di bawah mistar gawang Celje, menambah tekanan pada lini pertahanan tim tamu.
Prediksi Pertandingan
Meskipun kepergian Albert Riera merupakan pukulan telak bagi Celje, pengalaman mereka yang lebih mumpuni di Liga Konferensi diperkirakan akan menjadi faktor penentu dalam pertandingan ini. Celje memiliki kepercayaan diri tinggi untuk melangkah ke fase gugur kompetisi musim ini, didukung oleh rekam jejak mereka sebelumnya. Meskipun Drita telah menunjukkan performa yang mengesankan sejauh ini dan berambisi besar, kualitas skuad tim tamu diyakini akan menjadi pembeda. Celje diprediksi akan mampu meraih kemenangan tipis dan memegang kendali penuh menjelang leg kedua yang akan berlangsung seminggu kemudian, menempatkan mereka dalam posisi yang menguntungkan untuk lolos.



