Havertz Pimpin Arsenal Kunci Puncak Liga Champions

Kabarwaykanan – Meriam London sukses menutup fase grup Liga Champions dengan catatan sempurna, meskipun kemenangan 3-2 atas tim juru kunci Kairat di Emirates Stadium mungkin tidak sepenuhnya memuaskan. Para penggemar Arsenal mungkin telah membayangkan dua gol tercipta dalam sepuluh menit pertama, namun mereka tentu tidak menduga salah satu gol tersebut akan dicetak oleh Kairat. Meskipun demikian, tim asuhan Mikel Arteta tetap berhasil menunjukkan dominasinya, terutama berkat penampilan gemilang dari Kai Havertz yang kembali bermain dan spesialis Liga Champions, Gabriel Martinelli. Kemenangan ini mengukuhkan posisi Arsenal di puncak klasemen, menegaskan status mereka sebagai salah satu tim terbaik di Eropa, setidaknya untuk beberapa waktu ke depan.

Drama Lima Gol di Emirates

Havertz Pimpin Arsenal Kunci Puncak Liga Champions
Gambar Istimewa : www.sportsmole.co.uk

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi dan kejutan. Arsenal langsung unggul cepat pada menit kedua melalui tendangan Viktor Gyokeres yang memanfaatkan umpan terobosan cerdik dari Kai Havertz. Penyerang Swedia itu menunjukkan kecepatan dan kekuatan luar biasa untuk mencetak gol kesepuluhnya musim ini ke sudut bawah gawang. Namun, kegembiraan tuan rumah tidak berlangsung lama. Hanya lima menit berselang, Kairat berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti Jorginho. Gelandang Kairat, yang tidak memiliki hubungan dengan mantan pemain Arsenal dengan nama yang sama, dilanggar di kotak penalti oleh Riccardo Calafiori. Wasit memberikan penalti setelah meninjau VAR, dan Jorginho dengan tenang menaklukkan Kepa Arrizabalaga, membuat para pendukung Kairat yang telah menempuh perjalanan jauh merasa bangga.

Arsenal segera merespons dan kembali menunjukkan kualitas serangan mereka. Pada menit ke-16, Kai Havertz mencetak gol di pertandingan pertamanya sebagai starter dalam hampir setahun. Menerima umpan terobosan dari Ben White, Havertz dengan dingin mengembalikan keunggulan Arsenal dengan tendangan kaki kirinya. Gol ini menjadi penanda kembalinya sang bintang Jerman ke performa terbaiknya. Sebelum jeda, Gabriel Martinelli menambah keunggulan Arsenal menjadi 3-1 pada menit ke-36. Setelah upaya Gyokeres gagal, Martinelli dengan sigap menyambar bola di tiang jauh. Meskipun sempat dianulir karena offside, gol tersebut disahkan setelah tinjauan VAR yang memakan waktu satu menit, memastikan Arsenal memimpin nyaman saat turun minum.

Havertz Kembali Bersinar

Penampilan Kai Havertz dalam pertandingan ini patut mendapat sorotan khusus. Setelah absen sebagai starter selama 357 hari, ia tampil seolah tidak pernah meninggalkan tim. Gelandang serang asal Jerman ini menunjukkan kombinasi yang brilian dengan Gyokeres dan pemain lainnya, berhasil mencatatkan satu gol dan satu assist. Mikel Arteta, yang selalu menjadi pendukung setia Havertz baik di masa sulit maupun masa jaya, menyaksikan pemain kesayangannya mencuri perhatian dalam 45 menit pertama. Kontribusinya yang signifikan ini membuktikan bahwa Havertz akan menjadi aset yang sangat berharga bagi The Gunners hingga akhir musim. Meskipun beberapa pihak mungkin meremehkan lawan, bagi Havertz, ini adalah awal yang sempurna untuk kembali menemukan ritme permainannya.

Evaluasi Paruh Kedua dan Tantangan Arsenal

Meskipun Arsenal memimpin dengan nyaman, paruh kedua pertandingan menunjukkan beberapa masalah familiar yang sering muncul, terutama saat Havertz tidak lagi berada di lapangan. Tim tuan rumah seringkali terlihat terlalu banyak melakukan operan, kesulitan menunjukkan keunggulan mereka dalam situasi bola mati, ragu-ragu untuk melepaskan tembakan, atau entah bagaimana kehilangan insting pembunuh. Kekurangan-kekurangan ini mungkin tidak berdampak fatal dalam 45 menit tersebut, namun telah terbukti menjadi bumerang di Liga Primer. Beberapa penggemar mungkin merasa wajar untuk fokus pada aspek negatif setelah skor akhir yang jauh lebih ketat dari yang seharusnya. Kairat, meskipun tim peringkat ke-36, menunjukkan semangat juang yang patut diacungi jempol, dan para pendukung mereka yang telah menempuh perjalanan 8.500 mil pulang-pergi layak melihat tim mereka mencetak gol.

Statistik Kunci Pertandingan

Dominasi Arsenal tercermin dalam statistik pertandingan. Mereka menguasai 66% penguasaan bola berbanding 34% milik Kairat. Arsenal juga melepaskan 25 tembakan, dengan 11 di antaranya tepat sasaran, sementara Kairat hanya memiliki 4 tembakan dengan 2 tepat sasaran. Jumlah tendangan sudut juga menunjukkan superioritas Arsenal dengan 11 berbanding 0. Dalam hal pelanggaran, Arsenal melakukan 14 pelanggaran, sedikit lebih banyak dari Kairat yang melakukan 10.

Langkah Selanjutnya Bagi Kedua Tim

Setelah menyelesaikan fase grup dengan sempurna, Arsenal kini akan menantikan undian babak 16 besar yang akan dilakukan pada 27 Februari, setelah babak playoff knockout selesai. Sementara itu, fokus tim asuhan Arteta akan beralih ke Liga Primer, di mana mereka akan menghadapi Leeds United pada hari Sabtu mendatang. Bagi Kairat, yang akan mengambil banyak pelajaran berharga dari kampanye debut mereka di Liga Champions, bulan Februari akan menjadi bulan tanpa kompetisi sebelum mereka memulai upaya mempertahankan gelar Liga Primer Kazakhstan pada bulan Maret. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi perjalanan mereka di masa depan.

Bagikan Artikel