Kabarwaykanan – Bintang muda Prancis yang telah diamankan Liverpool, Jeremy Jacquet, kini menghadapi cobaan berat yang datang secara beruntun. Bek tengah berusia 20 tahun ini tidak hanya dibayangi cedera bahu serius yang berpotensi membutuhkan operasi, namun klubnya saat ini, Rennes, juga baru saja melakukan perombakan besar dengan memecat pelatih kepala mereka, Habib Beye. Situasi ini menciptakan ketidakpastian besar bagi Jacquet, yang kesepakatannya senilai 60 juta poundsterling dengan The Reds telah disepakati pada hari terakhir bursa transfer. Liverpool berhasil membajak transfer Jacquet dari Chelsea, mengamankan talenta menjanjikan ini dengan pembayaran awal 55 juta poundsterling dan tambahan 5 juta poundsterling dalam bentuk bonus. Namun, dengan Jacquet yang seharusnya tetap membela Rennes hingga akhir musim, prospek debutnya di Anfield kini terancam oleh serangkaian peristiwa tak terduga ini.
Cedera Mengkhawatirkan Mengancam Debut di Anfield

Cedera yang dialami Jacquet terjadi dalam penampilan perdananya di Ligue 1 setelah kesepakatan transfernya ke Liverpool rampung. Dalam pertandingan akhir pekan melawan Lens yang berakhir dengan kekalahan 3-1, Jacquet terlihat mengerang kesakitan setelah mengalami masalah pada bahunya. Momen tersebut terekam jelas, di mana ia harus ditandu keluar lapangan dengan lengan ditopang oleh tim medis. Ekspresi kesakitan yang mendalam dari Jacquet segera memicu kekhawatiran. Pelatih Rennes saat itu, Habib Beye, langsung menyatakan bahwa cedera tersebut "pasti" serius, memicu spekulasi di kalangan penggemar Liverpool tentang kemungkinan dislokasi atau patah tulang selangka. Kondisi ini tentu menjadi pukulan telak bagi Liverpool yang telah menginvestasikan dana besar untuk mengamankan jasanya.
Potensi Operasi dan Absen Panjang
Sebuah laporan terbaru dari L’Equipe, yang dikutip oleh Get French Football News, mengindikasikan bahwa Jacquet kemungkinan besar memerlukan tindakan operasi untuk mengatasi cedera bahunya. Meskipun keputusan akhir belum diambil oleh tim medis, opsi pembedahan tidak dapat dikesampingkan, yang berarti sisa musim 2025-2026 bagi Jacquet berada dalam ancaman serius. Jika operasi benar-benar dilakukan, ada kemungkinan besar Jacquet telah memainkan pertandingan terakhirnya untuk Les Rouges et Noir. Prospek kelahiran tahun 2005 ini diperkirakan bisa absen hingga 13 pertandingan, termasuk laga krusial melawan juara bertahan Paris Saint-Germain di Roazhon Park. Absennya Jacquet dalam periode penting ini tidak hanya merugikan Rennes dalam upaya mereka memperbaiki posisi di liga, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran besar bagi Liverpool mengenai kesiapan fisik sang pemain menjelang kepindahannya ke Anfield. Klub diharapkan akan memberikan pembaruan resmi mengenai kondisi Jacquet dalam waktu dekat, yang sangat dinantikan oleh kedua belah pihak.
Pergolakan di Bangku Pelatih Rennes
Di tengah ketidakpastian mengenai kondisi Jacquet, Rennes justru mengguncang publik dengan pengumuman mengejutkan lainnya. Setelah kekalahan dari Lens pada hari Sabtu, yang merupakan bagian dari serangkaian hasil buruk dalam beberapa pekan terakhir, manajemen klub memutuskan untuk memecat pelatih kepala Habib Beye dari jabatannya. Keputusan drastis ini menunjukkan tingkat tekanan yang tinggi di klub, di mana performa tim yang menurun drastis tidak dapat ditoleransi. Pemecatan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Jacquet mengalami cedera, menambah daftar masalah yang harus dihadapi klub asal Brittany tersebut.
Rentetan Hasil Buruk Pemicu Pemecatan
Kekalahan dari Lens menjadi kekalahan keempat beruntun bagi Les Rouges et Noir. Sebelumnya, mereka juga takluk di tangan Marseille, Monaco, dan Lorient. Dalam empat pertandingan tersebut, Rennes hanya mampu mencetak satu gol sementara kebobolan dua belas kali, sebuah statistik yang sangat mengkhawatirkan dan tidak mencerminkan ambisi klub. Rentetan hasil negatif ini membuat Rennes terperosok ke posisi keenam di klasemen Ligue 1, terpaut delapan poin dari zona empat besar yang menjadi target mereka untuk lolos ke kompetisi Eropa. Melalui pernyataan resmi di media sosial, klub mengonfirmasi bahwa Beye beserta tim kepelatihannya, termasuk Olivier Saragaglia, Sebastien Bichard, dan Yann Cavezza, telah resmi meninggalkan klub. Langkah ini diharapkan dapat memicu perubahan positif dan mengembalikan performa tim ke jalur kemenangan.
Kabarwaykanan.com melaporkan bahwa Franck Haise, mantan pelatih Lens dan Nice yang memiliki rekam jejak cukup baik, santer disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk mengambil alih kursi manajer Rennes. Pengangkatan pelatih baru diharapkan dapat memberikan angin segar dan motivasi baru bagi skuad. Namun, dengan kondisi Jacquet yang tidak menentu, masih menjadi pertanyaan besar apakah bek muda tersebut akan sempat bermain di bawah arahan pelatih berusia 54 tahun itu. Situasi ini menambah daftar panjang tantangan yang harus dihadapi Rennes di sisa musim, sekaligus menimbulkan kekhawatiran bagi Liverpool yang menanti kedatangan bintang masa depan mereka. Perkembangan cedera Jacquet dan adaptasi pelatih baru akan menjadi sorotan utama dalam beberapa pekan ke depan, mengingat implikasinya bagi kedua klub.



