Kabarwaykanan – Liverpool akhirnya berhasil memetik kemenangan perdana di Liga Primer Inggris tahun 2026 setelah menaklukkan Newcastle United dengan skor telak 4-1 dalam laga yang berlangsung di Anfield pada Sabtu malam. Kemenangan ini menjadi angin segar bagi The Reds yang sebelumnya gagal meraih satu pun kemenangan dalam lima pertandingan liga pertama mereka di tahun ini. Sempat tertinggal lebih dulu, pasukan Jurgen Klopp menunjukkan mentalitas juara dengan membalikkan keadaan secara dramatis berkat performa gemilang Hugo Ekitike dan Florian Wirtz.
Drama Lima Gol di Anfield

Pertandingan antara dua rival utara ini diharapkan menyajikan tontonan menarik, mengingat pertemuan terakhir mereka pada Agustus lalu berakhir dengan skor 3-2 yang mendebarkan. Paruh pertama laga tidak mengecewakan, dengan kedua tim saling jual beli serangan. Newcastle nyaris membuka keunggulan pada menit ke-26 ketika tembakan keras Harvey Barnes membentur tiang gawang, sebuah peringatan awal bagi pertahanan Liverpool.
Namun, The Magpies berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-36. Sebuah serangan cepat dari sisi kiri pertahanan Liverpool dimanfaatkan dengan baik. Meskipun Alexis Mac Allister sempat memblokir umpan silang Joe Willock yang ditujukan kepada Harvey Barnes, bola liar justru jatuh ke kaki Anthony Gordon. Mantan pemain Everton itu, yang tumbuh besar di kota Liverpool, melepaskan tendangan mendatar yang melewati sela-sela kaki Milos Kerkez dan bersarang di pojok gawang, membuat Newcastle memimpin 1-0 di hadapan Kop.
Kebangkitan Cepat The Reds
Keunggulan Newcastle tidak bertahan lama. Hanya berselang lima menit, Liverpool berhasil menyamakan kedudukan. Setelah tembakan Mohamed Salah diblokir, bola muntah jatuh ke Ryan Gravenberch yang kemudian dengan cepat menyodorkan kepada Florian Wirtz. Gelandang muda Jerman itu dengan lincah melewati beberapa pemain bertahan Newcastle di sisi kiri kotak penalti sebelum memberikan umpan matang kepada Hugo Ekitike. Penyerang asal Prancis itu tanpa kesulitan menceploskan bola dari jarak dekat, mengubah skor menjadi 1-1.
Momentum kebangkitan Liverpool berlanjut dengan sangat cepat. Hanya dua menit berselang, tepatnya pada menit ke-43, The Reds berhasil membalikkan keadaan. Sebuah serangan balik kilat dari area pertahanan sendiri membuat bola melaju ke depan. Milos Kerkez mengirimkan umpan panjang yang disambut oleh Ekitike, yang berada dalam posisi onside berkat Lewis Hall. Dengan akselerasi singkat, Ekitike berhasil mengungguli Malick Thiaw dan melepaskan tendangan indah menggunakan bagian luar kakinya ke sudut jauh gawang, membawa Liverpool unggul 2-1.
Dominasi Liverpool semakin nyata di babak kedua. Pada menit ke-67, Florian Wirtz memperlebar jarak keunggulan. Pemain senilai 116 juta poundsterling itu berkolaborasi apik dengan Mohamed Salah di dalam kotak penalti. Mendapatkan ruang tembak yang sangat lapang, Wirtz dengan tenang melepaskan tembakan kaki kiri yang halus ke gawang Nick Pope, mencetak gol ketiganya di Liga Primer musim ini dan melanjutkan tren mencetak golnya. Gol ini menunjukkan kurangnya pengawalan dari lini belakang Newcastle.
Pesta gol Liverpool ditutup pada menit ke-90+3 oleh Ibrahima Konate. Berawal dari sepak pojok, Nick Pope gagal menangkap bola dengan sempurna, membuat bola jatuh tepat di kaki Konate. Tembakan bek tengah Prancis itu, yang sedikit membentur pemain lawan, meluncur pelan melewati garis gawang. Konate, yang kembali bermain setelah berduka atas meninggalnya sang ayah, disambut dengan tepuk tangan meriah dan pelukan hangat dari rekan-rekannya, sebuah momen emosional yang menyempurnakan malam nyaris sempurna bagi Liverpool.
Absennya Guimaraes dan Rekor Salah
Kemenangan ini terasa lebih manis bagi Liverpool karena mereka berhasil mengakhiri rentetan hasil buruk di awal tahun. Sementara itu, Newcastle harus menghadapi kenyataan pahit tanpa kehadiran gelandang kunci mereka, Bruno Guimaraes. Meskipun sempat berada di bangku cadangan saat melawan Paris Saint-Germain di Liga Champions, Guimaraes tidak terlihat dalam skuad Newcastle di Anfield. Statistik menunjukkan bahwa sejak kedatangannya pada tahun 2022, tim asuhan Eddie Howe belum pernah memenangkan pertandingan Liga Primer tanpa Guimaraes di starting XI. Absennya sang gelandang Brasil jelas menjadi pukulan telak bagi The Magpies.
Di sisi lain, Mohamed Salah kembali mencatatkan namanya dalam buku rekor Premier League. Dengan satu assist yang dicatatkannya malam itu, Salah menjadi pemain pertama dalam sejarah Liga Primer yang berhasil mencetak dua digit gol (10) dan dua digit assist (10) melawan satu lawan yang sama. Meskipun Lewis Hall dari Newcastle mampu meredam pergerakannya, Salah tetap menemukan cara untuk memberikan kontribusi penting bagi timnya.
Duet Maut Ekitike Wirtz Bersinar
Performa Hugo Ekitike dan Florian Wirtz menjadi sorotan utama dalam pertandingan ini. Keduanya menunjukkan chemistry yang luar biasa dan terus berkembang sebagai motor serangan Liverpool. Ekitike, dengan dua gol cepatnya, menjadi pahlawan yang membalikkan keadaan. Namun, gelar Man of the Match malam itu jatuh kepada Florian Wirtz. Meskipun Ekitike mencetak dua gol, Wirtz dinilai memiliki finishing yang lebih apik dan nyaris mencetak dua assist juga. Kontribusi Wirtz dalam membangun serangan, visi bermain, dan gol indahnya membuatnya sedikit lebih unggul dalam penilaian, menunjukkan mengapa ia menjadi investasi besar bagi Liverpool di musim panas.
Dominasi Statistik dan Jadwal Padat
Secara statistik, Liverpool menunjukkan dominasi yang jelas atas Newcastle. The Reds menguasai 54% penguasaan bola berbanding 46% milik Newcastle. Mereka juga melepaskan 17 tembakan dengan 7 di antaranya tepat sasaran, jauh lebih banyak dibandingkan Newcastle yang hanya memiliki 8 tembakan dengan 2 tepat sasaran. Meskipun Newcastle unggul dalam jumlah sepak pojok (11 berbanding 7), Liverpool lebih efektif dalam memanfaatkan peluang mereka.
Setelah kemenangan penting ini, Liverpool memiliki waktu lebih dari seminggu untuk memulihkan diri sebelum menghadapi tantangan besar berikutnya, yakni menjamu Manchester City pada Minggu depan. Sementara itu, jadwal Newcastle jauh lebih padat. Mereka akan menghadapi Manchester City terlebih dahulu pada Rabu dalam leg kedua semifinal Piala EFL, sebelum menjamu Brentford di St. James’ Park pada Sabtu berikutnya.



