Kabarwaykanan – Kemenangan dramatis Liverpool atas Nottingham Forest pada Minggu lalu bukan hanya sekadar tambahan tiga poin penting dalam perburuan gelar Liga Primer Inggris, tetapi juga mengukir rekor baru yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kompetisi. Gol penentu kemenangan yang dicetak Alexis Mac Allister di menit-menit akhir pertandingan menjadi kali ketujuh gol penentu kemenangan, baik yang dicetak maupun yang kebobolan oleh The Reds, terjadi pada menit ke-90 atau setelahnya dalam satu musim Liga Primer. Statistik ini menyoroti betapa seringnya pertandingan Liverpool diwarnai ketegangan hingga peluit akhir.
Pertandingan di City Ground tersebut tampaknya akan berakhir imbang tanpa gol, terutama setelah gol Mac Allister pada menit ke-88 dianulir karena pelanggaran handball. Namun, gelandang asal Argentina itu menunjukkan ketajamannya dengan menyambar bola pantulan dari kiper Stefan Ortega pada menit ketujuh waktu tambahan babak kedua, memastikan kemenangan tipis bagi tim tamu. Momen tersebut tidak hanya krusial bagi ambisi gelar Liverpool, tetapi juga menegaskan reputasi mereka sebagai tim yang tidak pernah menyerah hingga detik terakhir.

Rekor tujuh gol penentu di menit akhir ini terbagi menjadi tiga gol kemenangan yang berhasil dicetak Liverpool dan empat gol yang mereka kebobolan. The Reds berhasil mencetak gol kemenangan di waktu tambahan saat menghadapi Newcastle United pada Agustus, Burnley pada September, dan tentu saja, Nottingham Forest pada pertandingan terakhir. Di sisi lain, mereka juga merasakan pahitnya kebobolan gol penentu di menit-menit akhir saat melawan Crystal Palace pada September, Chelsea pada Oktober, Bournemouth pada Januari, dan Manchester City pada Februari. Angka-angka ini menggambarkan roller coaster emosi yang dialami para penggemar Liverpool sepanjang musim ini.
Analisis Performa dan Konsistensi Tim
Perjuangan di City Ground
Liverpool memang berhasil meraih kemenangan, namun performa mereka di lapangan tidak sepenuhnya meyakinkan. Pada babak pertama, The Reds kesulitan untuk mengembangkan permainan. Tekanan agresif dari Nottingham Forest berhasil membatasi peluang Liverpool, yang hanya mampu melepaskan dua tembakan ke gawang. Meskipun ada peningkatan performa di babak kedua, banyak pihak menilai bahwa Forest sebenarnya layak mendapatkan setidaknya satu poin dari pertandingan kandang tersebut. Kemenangan ini lebih banyak disebabkan oleh kegigihan dan sedikit keberuntungan, daripada dominasi permainan yang meyakinkan.
Tren Positif di Tengah Tantangan
Terlepas dari penampilan yang terkadang kurang konsisten, Liverpool menunjukkan tren hasil yang positif. Mereka telah memenangkan lima dari enam pertandingan terakhir di semua kompetisi, dan hanya menelan dua kekalahan dalam 20 pertandingan terakhir. Meskipun tim asuhan Jurgen Klopp ini mungkin belum bermain di level yang sama dengan performa puncak mereka di musim-musim sebelumnya, kemampuan mereka untuk secara konsisten meraih hasil positif di tahap krusial musim ini adalah indikasi ketahanan mental dan kualitas skuad. Konsistensi dalam meraih poin, bahkan saat tidak bermain di performa terbaik, menjadi kunci dalam perburuan gelar dan kualifikasi Eropa.
Prospek Kualifikasi Liga Champions
Persaingan Ketat di Papan Atas
Saat ini, Liverpool berada di posisi keenam klasemen dengan 45 poin. Jumlah poin ini sama dengan Chelsea yang menempati posisi kelima, dan Manchester United di posisi keempat, meskipun Setan Merah memiliki satu pertandingan tunda. Persaingan di papan atas Liga Primer Inggris sangat ketat, dengan beberapa tim memperebutkan tempat di zona Liga Champions. Setiap pertandingan menjadi sangat krusial, dan selisih poin yang tipis membuat setiap hasil pertandingan memiliki dampak besar pada posisi klasemen.
Jadwal Krusial dan Peluang Liverpool
Jadwal pertandingan Liverpool dalam tiga laga Liga Primer berikutnya terlihat cukup menguntungkan, karena mereka akan menghadapi tiga tim dari lima terbawah klasemen. Ini memberikan peluang realistis bagi The Reds untuk meraih poin maksimal. Sementara itu, pesaing utama mereka, Chelsea, menghadapi jadwal yang jauh lebih berat. The Blues akan berhadapan dengan Arsenal, Aston Villa, Newcastle United, Manchester City, dan Manchester United dalam enam pertandingan liga berikutnya, yang kemungkinan besar akan membuat mereka kehilangan beberapa poin penting.
Jadwal 12 pertandingan terakhir Manchester United terlihat lebih mudah di atas kertas, namun Liverpool akan memiliki kesempatan untuk mengambil tiga poin dari mereka saat bertandang ke Old Trafford pada bulan Mei. Mengingat bahwa finis di posisi lima besar kemungkinan besar akan cukup untuk mengamankan tiket Liga Champions, akan sangat mengejutkan jika Liverpool gagal finis di atas setidaknya salah satu rival mereka dalam persaingan ketat ini. Konsistensi dan kemampuan memanfaatkan jadwal yang lebih ringan akan menjadi penentu utama bagi The Reds.



