Newcastle United Incar Rekor Liga Champions

Kabarwaykanan – Newcastle United bersiap menorehkan tinta emas dalam sejarah Liga Champions saat mereka menjamu Qarabag FK pada leg kedua babak playoff di St James’ Park, Selasa malam. The Magpies datang ke pertandingan ini dengan keunggulan agregat yang sangat meyakinkan, 6-1, dari pertemuan pertama di Azerbaijan pekan lalu. Dengan posisi yang begitu dominan, tim asuhan Eddie Howe praktis sudah mengamankan tiket ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi salah satu raksasa Eropa, Chelsea atau Barcelona. Kecuali terjadi keajaiban sepak bola yang belum pernah ada sebelumnya, yakni kekalahan minimal lima gol, Newcastle akan melaju dengan nyaman.

Mengingat bahwa pembalikan keadaan oleh Qarabag akan menjadi comeback terbesar dalam sejarah sepak bola Eropa, Newcastle dapat bermain tanpa tekanan berlebihan di kandang sendiri. Namun, manajer Eddie Howe dan para pemainnya kemungkinan besar tidak hanya ingin lolos, melainkan juga berambisi untuk mencetak beberapa rekor klub dan mengukir sejarah di kancah Liga Champions. Pertandingan ini bukan sekadar formalitas, melainkan panggung untuk menunjukkan dominasi dan ambisi mereka di kompetisi paling bergengsi Eropa.

Newcastle United Incar Rekor Liga Champions
Gambar Istimewa : www.sportsmole.co.uk

Peluang Newcastle Cetak Sejarah Klub

Sudah lebih dari dua dekade berlalu sejak Newcastle United terakhir kali memenangkan pertandingan dua leg dengan selisih gol minimal lima. Momen tersebut terjadi pada babak 16 besar Piala UEFA musim 2004-05, ketika mereka berhasil menyingkirkan Olympiacos dengan skor agregat telak 7-1. Kini, dengan keunggulan 6-1 atas Qarabag, Newcastle memiliki kesempatan emas untuk mengulang atau bahkan melampaui catatan impresif tersebut. Kemenangan dengan selisih gol yang sama atau lebih besar di leg kedua akan semakin mempertegas dominasi mereka.

Mengulang Dominasi Masa Lalu

Mengulang kemenangan dengan selisih lima gol atau lebih akan menjadi penanda kebangkitan Newcastle di kancah Eropa. Ini akan menunjukkan bahwa tim ini memiliki mentalitas pemenang dan kemampuan untuk menghancurkan lawan, sebuah karakteristik yang diharapkan dari tim yang ingin bersaing di level tertinggi. Kemenangan besar tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan diri tim, tetapi juga mengirimkan pesan kuat kepada calon lawan mereka di babak 16 besar.

Melampaui Rekor Agregat Terbesar

Selain itu, ada juga peluang bagi Newcastle untuk memecahkan rekor kemenangan agregat terbesar mereka sepanjang sejarah. Rekor tersebut saat ini dipegang oleh tim Newcastle musim 1994-95, yang berhasil mengalahkan Antwerp dengan skor agregat 10-2 di Piala UEFA. Jika Newcastle mampu mencetak empat gol atau lebih tanpa balas di St James’ Park, mereka akan melampaui rekor 10-2 tersebut, menempatkan tim Eddie Howe di buku sejarah klub sebagai tim dengan kemenangan agregat terbesar. Ini adalah target yang realistis mengingat performa menyerang mereka di leg pertama.

Catatan Pertahanan Qarabag yang Mengkhawatirkan

Di sisi lain, Qarabag FK menghadapi ancaman untuk menjadi bagian dari sejarah Liga Champions, meskipun dalam konteks yang tidak diinginkan. Klub raksasa Azerbaijan ini memiliki catatan pertahanan yang sangat rapuh, kebobolan enam gol dalam dua pertandingan Liga Champions berturut-turut, yakni saat melawan Liverpool dan Newcastle United.

Deretan Tim dengan Kebobolan Terbanyak

Fenomena kebobolan enam gol secara beruntun dalam pertandingan Liga Champions ini terbilang langka. Sejak tahun 2000, hanya dua tim lain yang pernah mengalami nasib serupa dalam musim yang sama: Dinamo Zagreb pada musim 2011-12 dan Maccabi Haifa pada musim 2022-23. Qarabag kini bergabung dengan daftar "elit" ini, menyoroti kerapuhan lini belakang mereka di panggung Eropa.

Menuju Rekor Kebobolan Terburuk

Lebih jauh lagi, jika Qarabag kembali kebobolan dua gol atau lebih di St James’ Park, mereka akan mencatatkan diri sebagai tim yang paling banyak kebobolan dalam satu musim Liga Champions sejak kompetisi ini dibentuk pada musim 1992-93. Hingga saat ini, mereka telah kebobolan total 27 gol dalam sembilan pertandingan. Rekor kebobolan terbanyak dalam satu musim saat ini dipegang oleh Bayer Leverkusen, yang kemasukan 28 gol selama musim 2001-02. Dengan potensi kebobolan dua gol lagi, Qarabag akan "memecahkan" rekor buruk tersebut, menambah catatan pahit dalam partisipasi mereka di Liga Champions musim ini. Pertandingan ini, bagi Qarabag, adalah perjuangan untuk menjaga martabat dan menghindari catatan sejarah yang tidak diinginkan.

Bagikan Artikel