Kabarwaykanan – Celtic akan menghadapi Hibernian dalam laga krusial Liga Primer Skotlandia pada Minggu sore di Celtic Park. Pertandingan ini menjadi sangat penting bagi kedua tim yang memiliki ambisi berbeda di sisa musim. Tuan rumah, Celtic, bertekad untuk terus menekan pemuncak klasemen, Hearts, dalam perburuan gelar juara. Saat ini, The Bhoys menduduki peringkat ketiga dengan koleksi 54 poin dari 26 pertandingan. Sementara itu, Hibernian yang berada di posisi kelima dengan 42 poin dari 27 laga, berupaya keras untuk mendekati zona kualifikasi Eropa.
Momen Krusial bagi Celtic

Musim 2025-2026 bagi Celtic memang diwarnai pasang surut performa, namun ambisi mereka untuk mempertahankan mahkota Liga Primer Skotlandia untuk kelima kalinya secara beruntun masih menyala. Setelah sempat tertinggal jauh dari Hearts di berbagai kesempatan, serangkaian hasil positif belakangan ini telah memungkinkan Celtic untuk memperkecil jarak secara signifikan.
Kembalinya Martin O’Neill ke kursi kepelatihan untuk kedua kalinya pada Januari lalu terbukti membawa dampak positif. Di bawah arahannya, Celtic mencatatkan lima kemenangan dan satu hasil imbang dalam enam pertandingan Liga Primer Skotlandia terakhir. Ditambah dengan tersandungnya Hearts yang kehilangan poin dalam tiga dari lima pertandingan terakhir mereka, Celtic kini hanya terpaut tiga poin dari pemuncak klasemen. Keunggulan satu pertandingan yang belum dimainkan juga memberikan harapan besar bagi The Bhoys untuk menyamai perolehan poin Hearts.
Namun, tekanan akan semakin memuncak jika Hearts berhasil memperlebar jarak menjadi enam poin saat mereka menghadapi Falkirk sebelum pertandingan Celtic. Situasi ini menuntut O’Neill dan pasukannya untuk tetap berada dalam jangkauan persaingan gelar. Tekanan juga datang dari kekalahan telak 4-1 dari Stuttgart di leg pertama babak playoff Liga Europa tengah pekan, yang diwarnai oleh protes penggemar yang ditujukan kepada manajemen klub. Meskipun Celtic Park biasanya menjadi benteng yang kokoh, suasana tegang akibat protes tersebut bisa menjadi keuntungan tak terduga bagi Hibernian.
Kebangkitan Hibernian dan Tantangan Sejarah
Hibernian sendiri datang ke Celtic Park dengan modal kemenangan penting 2-0 atas St Mirren akhir pekan lalu, yang merupakan kemenangan kedua mereka dalam tujuh pertandingan terakhir. Hasil tersebut mengangkat mereka tiga poin di atas Falkirk yang berada di posisi keenam dan hanya terpaut lima poin dari Motherwell di peringkat keempat, meskipun Motherwell memiliki satu pertandingan lebih sedikit.
Setelah awal tahun 2026 yang cukup menantang, dengan catatan dua kekalahan, dua hasil imbang, dan dua kemenangan dalam enam pertandingan liga terakhir, kemenangan atas St Mirren diharapkan dapat menjadi titik balik. Dengan hanya enam pertandingan tersisa di fase pra-split, Hibernian memiliki kesempatan untuk mendekati Motherwell dan memperkuat peluang mereka untuk lolos ke kompetisi Eropa musim depan.
Rekor Buruk di Celtic Park
Meskipun demikian, tim asuhan David Gray ini menghadapi tantangan besar mengingat rekor buruk mereka di Celtic Park. Hibernian belum pernah meraih kemenangan dalam 23 kunjungan terakhir mereka ke markas Celtic dalam pertemuan kompetitif, sejak kemenangan 2-1 pada Januari 2010. Statistik ini tentu menjadi beban psikologis tersendiri yang harus mereka atasi.
Analisis Kekuatan Tim dan Prediksi
Celtic akan tampil tanpa beberapa pemain kunci akibat cedera, termasuk Alistair Johnston, Cameron Carter-Vickers, Arne Engels, Callum Osmand, dan Jota. Mengingat kekalahan mengecewakan di Liga Europa, O’Neill kemungkinan akan melakukan beberapa perubahan dalam susunan pemain. Nama-nama seperti Alex Oxlade-Chamberlain, Marcelo Saracchi, dan Yang Hyun-Jun berpotensi mendapatkan kesempatan bermain sejak menit awal.
Di kubu Hibernian, Chris Cadden, Grant Hanley, Jordan Obita, Josh Mulligan, dan Munashe Garananga tidak dapat diturunkan karena masalah kebugaran. Namun, Ante Suto yang mencetak gol keduanya dalam tiga penampilan sejak bergabung pada Januari, bisa saja diberi kepercayaan untuk menjadi starter setelah menunjukkan performa menjanjikan dari bangku cadangan.
Meskipun Celtic baru saja menelan kekalahan telak di Eropa dan menghadapi potensi suasana tegang di kandang, rekor kandang mereka di liga musim ini sangat mengesankan. Dominasi mereka dalam pertemuan-pertemuan terakhir melawan Hibernian juga menjadi faktor penting. Oleh karena itu, diperkirakan Celtic akan mampu mengatasi perlawanan Hibernian dengan skor tipis.



