Kabarwaykanan – Duel sengit antara Arsenal dan Chelsea di leg kedua semifinal Piala EFL semakin mendekat, dengan Emirates Stadium siap menjadi saksi penentuan siapa yang berhak melaju ke final. Setelah pertemuan pertama di Stamford Bridge berakhir dengan keunggulan agregat 3-2 untuk The Gunners, tekanan kian memuncak bagi kedua tim London ini. Menjelang pertandingan krusial yang dijadwalkan pada Selasa malam, otoritas Piala EFL telah mengonfirmasi daftar ofisial yang akan memimpin jalannya laga. Sosok yang ditunjuk untuk mengemban tugas berat ini adalah wasit berpengalaman, Peter Bankes, yang rekam jejaknya bersama kedua klub serta beberapa keputusan kontroversialnya menjadi sorotan utama jelang pertandingan penting ini.
Sosok Wasit Peter Bankes

Peter Bankes telah resmi ditunjuk sebagai pengadil lapangan utama untuk leg kedua semifinal Piala EFL antara Arsenal dan Chelsea. Penunjukan ini menempatkannya di pusat perhatian, mengingat pentingnya pertandingan ini bagi ambisi kedua raksasa London. Bankes tidak akan bekerja sendirian; ia akan didampingi oleh asisten wasit Edward Smart dan Blake Antrobus yang bertugas di garis lapangan, memastikan setiap keputusan offside atau bola keluar diambil dengan akurat. Sementara itu, Thomas Bramall akan bertindak sebagai ofisial keempat, dengan salah satu tugas utamanya adalah mengawasi perilaku dan disiplin dari kedua bangku cadangan tim.
Tim Ofisial Pendukung
Selain tim ofisial di lapangan, Bankes dan rekan-rekannya juga akan mendapatkan dukungan penuh dari Stockley Park, pusat operasional Video Assistant Referee (VAR). James Bell telah ditunjuk sebagai wasit VAR, bertanggung jawab meninjau insiden-insiden penting yang mungkin terlewatkan atau salah dinilai di lapangan. Ia akan dibantu oleh Daniel Robathan sebagai asisten VAR, membentuk tim yang diharapkan mampu meminimalisir kesalahan fatal yang bisa mengubah jalannya pertandingan. Kehadiran VAR semakin menegaskan komitmen untuk memastikan keadilan dalam setiap keputusan, meskipun seringkali juga menjadi sumber perdebatan.
Rekam Jejak Bankes Bersama Arsenal dan Chelsea
Sejak memulai kariernya di Liga Primer pada musim 2019-2020, Peter Bankes telah memimpin sejumlah besar pertandingan yang melibatkan Arsenal maupun Chelsea. Pengalamannya ini memberinya pemahaman mendalam tentang gaya bermain dan rivalitas kedua klub. Namun, rekam jejaknya dengan masing-masing tim menunjukkan pola yang berbeda, terutama dalam hal hasil pertandingan dan pemberian kartu.
Statistik Chelsea di Bawah Bankes
Bankes tercatat telah memimpin 12 pertandingan Chelsea di liga sepanjang kariernya. The Blues memiliki catatan yang cukup baik di bawah kepemimpinannya, dengan meraih enam kemenangan, tiga hasil imbang, dan hanya tiga kekalahan. Meskipun demikian, Bankes memiliki kecenderungan untuk memberikan kartu merah kepada Chelsea lebih sering dibandingkan tim lain, bersama dengan Fulham, dengan total tiga kartu merah dalam 12 pertandingan. Pertandingan terakhir Chelsea yang dipimpin Bankes adalah kekalahan 2-1 dari rival sekota Fulham, di mana Marc Cucurella diusir dari lapangan pada menit ke-22 karena pelanggaran sebagai pemain terakhir. Insiden ini menunjukkan bahwa Bankes tidak ragu mengambil keputusan tegas, bahkan di awal pertandingan krusial.
Performa Arsenal Bersama Bankes
Di sisi lain, Bankes telah memimpin Arsenal dalam 10 pertandingan liga, dua laga lebih sedikit dibandingkan Chelsea. Menariknya, Arsenal belum pernah menerima kartu merah dari wasit ini. The Gunners justru menunjukkan performa yang sangat dominan di bawah otoritas Bankes, dengan mengamankan tujuh kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya menelan dua kekalahan. Namun, seperti halnya Chelsea, pertandingan terakhir Arsenal yang dipimpin Bankes juga berakhir dengan kekalahan. Mereka takluk 2-1 secara dramatis dari Aston Villa pada awal Desember 2025, dalam sebuah laga yang diwarnai gol kemenangan di menit-menit akhir.
Kontroversi yang Melingkupi Bankes
Seperti banyak ofisial papan atas lainnya, Peter Bankes tidak luput dari sorotan dan kritik atas beberapa keputusan kontroversial sepanjang kariernya di Liga Primer. Insiden-insiden ini seringkali memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar dan pakar sepak bola, mempertanyakan konsistensi dan ketepatan penilaiannya.
Insiden Krusial di Laga Lain
Salah satu kontroversi paling menonjol yang melibatkan Bankes terjadi pada April 2025, saat pertandingan Bournemouth melawan Manchester United yang berakhir imbang 1-1 di Vitality Stadium. Dalam laga tersebut, Tyler Adams melakukan tekel keras terhadap Alejandro Garnacho. Bankes hanya memberikan kartu kuning, sebuah keputusan yang menimbulkan kemarahan banyak pendukung yang meyakini Adams seharusnya diganjar kartu merah langsung. Kemudian di pertandingan yang sama, Evanilson menerima kartu merah karena dianggap melakukan pelanggaran terhadap Noussair Mazraoui. Namun, tayangan ulang menunjukkan bahwa penyerang tersebut jelas terpeleset dan tampaknya menghindari kontak dengan bek Manchester United, meskipun kakinya terangkat. Keputusan ini juga menuai kritik luas, menunjukkan bagaimana penilaian Bankes terkadang dianggap tidak konsisten.
Keputusan Kontroversial Melawan Chelsea
Bankes juga pernah menjadi pusat keputusan kontroversial saat memimpin pertandingan Chelsea. Ia banyak dikritik karena tidak memberikan penalti kepada Burnley dalam kemenangan Chelsea di awal musim 2025-2026. Saat itu, kiper Chelsea, Robert Sanchez, terlihat mengambil tendangan gawang dengan mengumpan pendek kepada Trevoh Chalobah. Namun, Chalobah kemudian secara sengaja menghentikan laju bola dengan tangannya. Meskipun situasinya tampak jelas bahwa permainan telah dilanjutkan oleh Sanchez, dan sejumlah penyerang Burnley segera mengajukan protes keras untuk penalti, wasit Bankes justru membiarkan permainan berlanjut dan mengizinkan Chalobah mengambil tendangan gawang. Lebih lanjut di pertandingan yang sama, Bankes memberikan kartu kuning kepada Benoit Badiashile karena mendorong Maxime Esteve di dalam kotak penalti Chelsea saat tendangan sudut Burnley diambil. Namun, Bankes tidak memberikan penalti, sebuah keputusan yang membingungkan banyak pihak mengingat pelanggaran di dalam kotak penalti dengan bola dalam permainan seharusnya berujung pada tendangan penalti.



