Pochettino Diincar Madrid Gantikan Arbeloa Permanen

Kabarwaykanan – Raksasa sepak bola Spanyol, Real Madrid, dilaporkan tengah serius mempertimbangkan Mauricio Pochettino sebagai opsi utama untuk mengisi kursi pelatih kepala secara permanen pada musim panas mendatang. Pelatih asal Argentina berusia 54 tahun ini dipandang sebagai kandidat kuat untuk menggantikan Alvaro Arbeloa, yang saat ini menjabat sebagai pelatih interim.

Peran Sementara Arbeloa dan Pencarian Pengganti Permanen

Pochettino Diincar Madrid Gantikan Arbeloa Permanen
Gambar Istimewa : www.sportsmole.co.uk

Alvaro Arbeloa mengambil alih kendali tim Real Madrid pada 12 Januari lalu, menyusul kepergian Xabi Alonso dari posisi tersebut. Namun, kecil kemungkinan Arbeloa akan bertahan di pucuk pimpinan tim utama setelah musim ini berakhir. Penunjukannya lebih bersifat sementara, mengisi kekosongan yang ditinggalkan Alonso.

Arbeloa Kembali ke Sektor Pembinaan Pemain Muda

Manajemen klub diperkirakan telah menyiapkan peran kembali di sektor pembinaan pemain muda untuk Arbeloa pada musim panas nanti. Hal ini sejalan dengan rencana klub untuk mendatangkan pengganti permanen bagi Alonso, memastikan stabilitas kepelatihan jangka panjang untuk skuad utama. Pencarian sosok yang tepat kini menjadi prioritas bagi Los Blancos.

Komitmen Pochettino dengan Timnas Amerika Serikat

Menurut laporan dari ESPN, Pochettino telah diidentifikasi oleh Real Madrid sebagai kandidat otentik untuk posisi tersebut. Saat ini, pelatih berusia 54 tahun itu masih terikat kontrak dengan Tim Nasional Amerika Serikat dan bersiap untuk mengakhiri tugasnya setelah memimpin tim tersebut di Piala Dunia 2026. Keputusan ini menunjukkan bahwa Madrid bersedia menunggu hingga komitmen Pochettino dengan timnas AS selesai.

Keinginan Kembali ke Level Klub

Kontrak Pochettino dengan Timnas Amerika Serikat hanya berlaku hingga akhir turnamen musim panas tersebut. Dipahami bahwa ia memiliki keinginan kuat untuk kembali melatih di level klub untuk kampanye musim 2026-27. Ini menjadi sinyal positif bagi Real Madrid yang mencari pelatih berpengalaman untuk memimpin proyek jangka panjang mereka. Laporan yang sama juga menyebutkan bahwa Tottenham Hotspur, mantan klub Pochettino, juga berhasrat mendiskusikan kepulangan sang pelatih. Namun, klub London Utara tersebut saat ini menghadapi ancaman degradasi dari Premier League, yang mungkin menjadi pertimbangan bagi Pochettino.

Jejak Karir Pochettino yang Berliku

Pochettino memiliki rekam jejak kepelatihan yang kaya dan bervariasi, termasuk pengalaman di La Liga. Ia pernah menukangi Espanyol antara tahun 2009 hingga 2012, mencatatkan statistik 53 kemenangan, 38 hasil imbang, dan 70 kekalahan dari 161 pertandingan di bawah kepemimpinannya.

Pengalaman di La Liga dan Liga Primer Inggris

Kiprahnya yang impresif bersama Espanyol membuka jalan baginya untuk melangkah ke Liga Primer Inggris, melatih Southampton, dan kemudian Tottenham Hotspur. Di Tottenham, Pochettino menghabiskan lebih dari lima tahun, membangun tim yang kompetitif dan mencapai final Liga Champions. Setelah periode yang sukses di Inggris, ia sempat melatih Paris Saint-Germain sebelum kembali ke Liga Primer untuk menukangi Chelsea pada Juli 2023.

Konflik dan Keputusan Mengejutkan

Namun, periode singkatnya di Stamford Bridge hanya berlangsung hingga Mei 2024, di mana terjadi perselisihan dengan sejumlah tokoh penting di klub. Keputusan Pochettino untuk mengambil alih Tim Nasional Amerika Serikat pada September 2024 sempat menimbulkan tingkat kejutan yang cukup besar di dunia sepak bola, dan ia masih memegang jabatan tersebut hingga kini. Selama melatih AS, Pochettino mencatatkan 13 kemenangan, dua hasil imbang, dan tujuh kekalahan dari 22 pertandingan.

Sementara itu, Real Madrid sendiri masih berjuang di dua kompetisi pada bulan-bulan terakhir musim 2025-26. Los Blancos menduduki peringkat kedua di tabel La Liga, tertinggal empat poin dari pemuncak klasemen, Barcelona. Di Liga Champions, raksasa ibu kota ini dijadwalkan menghadapi Manchester City dalam dua leg di babak 16 besar, menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kancah Eropa.

Bagikan Artikel