Kabarwaykanan – Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, akan berupaya menorehkan catatan istimewa yang jarang terjadi di kancah Premier League saat timnya bertandang ke markas Wolverhampton Wanderers pada Sabtu sore ini. The Blues, julukan Chelsea, memasuki laga krusial di Molineux dengan ambisi besar untuk mengukuhkan posisi mereka di lima besar klasemen sementara Premier League. Meskipun sempat menghadapi sorotan tajam pekan ini terkait pendekatan taktisnya pada leg kedua semifinal Piala Liga melawan Arsenal, Rosenior kini memiliki kesempatan emas untuk membuktikan kapasitasnya dengan sebuah pencapaian langka.
Ambisi Sejarah Liam Rosenior

Liam Rosenior, yang baru berusia 41 tahun, telah memulai karier manajerialnya di Premier League dengan gemilang. Ia berhasil membawa Chelsea meraih kemenangan beruntun atas Brentford, Crystal Palace, dan West Ham United. Rentetan hasil positif ini menempatkannya di ambang sejarah. Jika Chelsea mampu menaklukkan Wolves di kandang mereka, Rosenior akan menjadi manajer asal Inggris kedua sepanjang sejarah Premier League yang berhasil memenangkan empat pertandingan pertamanya di divisi teratas.
Pencapaian ini sangat eksklusif, mengingat hanya satu manajer lain yang pernah melakukannya. Sosok tersebut adalah mendiang Craig Shakespeare, yang mencatat rekor impresif dengan memenangkan lima pertandingan pertamanya sebagai manajer Leicester City pada musim 2016-2017. Rosenior, yang sebelumnya harus membela keputusannya untuk menerapkan formasi defensif selama satu jam pertama pertandingan melawan Arsenal di Piala Liga, kini memiliki peluang untuk mengalihkan narasi dan mengukir namanya dalam buku rekor. Kemenangan di Molineux bukan hanya akan memperkuat posisi Chelsea di klasemen, tetapi juga menjadi penanda penting dalam perjalanan karier manajerialnya yang masih tergolong muda.
Tantangan Serangan Wolverhampton Wanderers
Di sisi lain, Wolverhampton Wanderers menghadapi pertandingan ini dengan beban berat di pundak mereka, terutama terkait produktivitas gol. Catatan gol Wolves yang hanya 15 dari 24 pertandingan Premier League musim ini telah menjadi sorotan utama. Angka ini menggambarkan betapa tumpulnya lini serang mereka sepanjang musim.
Rekor Paruh Kedua yang Mengkhawatirkan
Ironisnya, tiga dari 15 gol tersebut tercipta dalam satu pertandingan saja, yakni saat mereka melibas West Ham United 3-0 di awal tahun. Sejak kemenangan tersebut, performa menyerang Wolves semakin menurun drastis. Mereka hanya mampu mencetak satu gol dalam empat pertandingan Premier League terakhir, bahkan gagal membobol gawang lawan dalam tiga laga teranyar melawan Newcastle United, Manchester City, dan Bournemouth.
Lebih lanjut, statistik yang paling mengkhawatirkan bagi pendukung Wolves adalah kegagalan mereka mencetak gol di babak kedua dalam sepuluh pertandingan Premier League terakhir di Molineux. Rekor ini menempatkan mereka hanya tiga pertandingan di bawah rekor terburuk sepanjang masa Premier League, yang dipegang oleh Everton. The Toffees pernah mengalami periode mandul gol di babak kedua selama 13 pertandingan, yang berakhir pada Januari 1999. Tekanan untuk mengakhiri puasa gol ini akan menjadi motivasi besar bagi skuad Wolves saat mereka menjamu Chelsea, yang datang dengan ambisi besar untuk meraih rekor. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi duel menarik antara ambisi sejarah seorang pelatih dan perjuangan sebuah tim untuk menemukan kembali ketajaman serangannya.



