Kabarwaykanan – Penyerang andalan Arsenal, Bukayo Saka, memberikan sinyal kuat mengenai masa depannya di Emirates Stadium setelah berhasil mencetak gol pembuka ke gawang Wolverhampton Wanderers. Selebrasi golnya yang unik mengisyaratkan kesediaannya untuk memperpanjang masa baktinya bersama tim asuhan Mikel Arteta, meredakan kekhawatiran para penggemar yang cemas akan status kontrak bintang muda tersebut.
Sinyal Kuat Perpanjangan Kontrak

Momen penting itu terjadi saat Saka berhasil memecah kebuntuan di menit keempat pertandingan. Setelah bola bersarang di jaring gawang Wolves, Saka melakukan selebrasi dengan gestur menirukan tanda tangan kontrak baru, seolah menunjuk pada kesepakatan jangka panjang di London Utara. Aksi ini seolah mengonfirmasi rumor yang telah beredar luas sebelum pertandingan di Molineux, bahwa pemain internasional Inggris itu telah menyetujui kontrak baru yang akan mengikatnya di Emirates hingga tahun 2031.
Saka, produk asli akademi Hale End milik The Gunners, telah mengabdikan dirinya untuk klub London Utara tersebut sejak usia tujuh tahun. Perjalanan kariernya menanjak hingga debut tim seniornya pada November 2018, menjadikannya pilar penting di bawah arahan Mikel Arteta dalam beberapa musim terakhir. Kekhawatiran sempat menyelimuti pendukung setia Arsenal saat kontraknya mendekati akhir, dengan spekulasi mengenai potensi kepergian sang bintang sayap. Namun, isyarat dari Saka kini tampaknya menepis semua keraguan tersebut.
Kesepakatan baru ini, yang kabarnya bernilai fantastis lebih dari 300.000 poundsterling per minggu, akan menempatkan Saka sebagai pemain dengan gaji tertinggi di Arsenal. Angka tersebut diperkirakan melampaui pendapatan Kai Havertz yang saat ini menerima sekitar 280.000 poundsterling setiap pekannya, menunjukkan komitmen besar klub terhadap bintang mudanya. Ini juga menjadi bukti pengakuan atas kontribusi tak ternilai Saka di lapangan.
Akhir Paceklik Gol dan Peran Baru
Gol yang dicetak Saka ke gawang Wolves bukan hanya penting karena isyarat kontrak, tetapi juga karena mengakhiri paceklik golnya yang cukup panjang. Ini adalah gol pertamanya bagi klub sejak lesakannya pada Desember lalu saat Arsenal meraih kemenangan 2-0 atas Brentford, mengakhiri 15 pertandingan tanpa gol. Keberhasilan ini tentu menjadi dorongan moral yang signifikan bagi pemain berusia 24 tahun tersebut.
Dalam dua pertandingan terakhir, Arteta telah bereksperimen dengan menempatkan Saka di posisi nomor 10, peran yang juga diembannya saat kemenangan atas Wigan Athletic di Piala FA. Pergeseran taktik ini memungkinkan Noni Madueke untuk mengisi posisi sayap kanan. Peran baru ini menunjukkan fleksibilitas Saka dan kepercayaan Arteta terhadap kemampuannya untuk beradaptasi dan memberikan dampak dari area yang berbeda di lapangan.
Bayangan Cedera Hantui Perjalanan Musim
Sayangnya, malam Saka berakhir dengan catatan kurang menyenangkan. Ia harus ditarik keluar lapangan kurang dari 20 menit tersisa karena cedera yang tampak. Meskipun masalah terbaru Saka terlihat sebagai tindakan pencegahan, absennya penyerang bintang mereka di waktu yang krusial ini tentu menjadi pukulan telak bagi Arsenal, terutama setelah ia baru saja mengakhiri paceklik golnya.
Cedera ini datang pada saat yang tidak tepat, mengingat Arsenal sedang berjuang keras di Liga Primer. Meskipun Madueke mulai menunjukkan kualitasnya setelah paruh pertama musim yang campur aduk, Saka tetap menjadi pemain kunci yang tak tergantikan di skuad Arteta. Jika cedera yang memaksanya keluar lapangan pada Rabu malam ternyata serius, itu akan memperpanjang musim yang inkonsisten baginya. Sebelumnya, Saka telah melewatkan beberapa pertandingan di awal musim karena cedera hamstring, diikuti oleh cedera pinggul baru-baru ini yang membuatnya absen selama tiga pertandingan.
Gol Saka di Wolves adalah gol kelimanya di Liga Primer musim ini. Penurunan produktivitasnya musim ini menunjukkan bahwa ini adalah musim paling tidak produktif baginya sejak kampanye 2020-21, di mana ia juga mencetak lima gol dan tiga assist. Absennya Saka dalam waktu yang lama dapat mengancam prospek Arsenal dalam perburuan gelar Liga Primer, mengingat betapa krusialnya kontribusinya bagi serangan tim.


