Kabarwaykanan – Stadion Galgenwaard akan menjadi saksi bisu pertarungan sengit antara FC Utrecht dan Feyenoord dalam lanjutan Eredivisie pekan ke-22. Kedua tim datang ke laga ini dengan beban berat di pundak masing-masing. Utrecht, yang belum merasakan kemenangan sejak pertengahan Desember, berambisi mengakhiri rentetan tujuh pertandingan tanpa kemenangan. Sementara itu, Feyenoord, yang menempati posisi kedua klasemen, juga tengah limbung setelah menelan dua kekalahan beruntun, membuat impian mereka meraih gelar juara Eredivisie semakin menjauh dari kenyataan. Pertemuan ini diprediksi akan menjadi ajang pembuktian mental bagi kedua kesebelasan yang sama-sama ingin memutus tren negatif.
Perjuangan Utrecht Keluar dari Keterpurukan

Skuad asuhan Ron Jans mengalami periode yang sangat sulit, terutama sepanjang Januari 2026. Bulan tersebut menjadi mimpi buruk bagi Utrecht, di mana mereka gagal meraih satu pun kemenangan dari lima pertandingan yang dimainkan. Bahkan, jika dihitung sejak kekalahan di akhir tahun 2025, rentetan kekalahan mereka mencapai enam pertandingan berturut-turut. Sedikit angin segar datang di awal Februari ketika mereka berhasil mencuri satu poin saat bertandang ke markas Heerenveen, mengakhiri lebih dari sebulan tanpa poin.
Kemenangan terakhir Utrecht di semua kompetisi terjadi pada 17 Desember saat menundukkan TOP Oss 2-0 di KNVB Beker. Sejak saat itu, enam kekalahan yang mereka derita memang hanya berselisih satu atau dua gol, namun hal tersebut cukup menguras kepercayaan diri tim. Akibatnya, posisi mereka di tabel klasemen melorot ke peringkat ke-12. Lebih memprihatinkan lagi, Utrecht belum pernah meraih kemenangan di kandang sendiri sejak awal November. Setelah menaklukkan Ajax 2-1 pada 9 November, Domstedelingen menelan lima kekalahan beruntun sebelum bermain imbang 1-1 dengan FC Twente. Misi untuk mengakhiri puasa kemenangan di Stadion Galgenwaard selama tiga bulan menjadi tantangan besar, apalagi lawan yang dihadapi adalah Feyenoord yang secara historis sering menyulitkan mereka.
Ambisi Feyenoord yang Memudar
Di atas kertas, Feyenoord seharusnya menjadi favorit kuat, mengingat rekor pertemuan yang dominan dan perbedaan kualitas antara kedua klub. Namun, tim asuhan Robin van Persie kini tengah terpuruk setelah awal musim yang menjanjikan. Mereka memulai kampanye dengan sangat impresif, memenangkan tujuh dari delapan pertandingan pertama mereka, dengan satu-satunya hasil imbang adalah saat bermain 3-3 melawan AZ Alkmaar di pekan kelima. Selama periode itu, Stadionclub juga mencatatkan lima clean sheet, memicu optimisme tinggi akan peluang mereka meraih gelar Eredivisie ke-17.
Namun, kekalahan 3-2 di kandang dari PSV Eindhoven pada pekan kesembilan menjadi titik balik yang menggoyahkan musim mereka. Sejak saat itu, raksasa Rotterdam ini hanya mampu memenangkan empat dari sebelas pertandingan liga berikutnya dan menelan lima kekalahan dalam periode tersebut. Kemunduran terbaru mereka terjadi lagi-lagi saat menghadapi PSV di Eindhoven, di mana tim Van Persie kebobolan tiga gol dalam 20 menit pembuka yang menghancurkan, secara efektif mengakhiri pertandingan lebih awal. Kekalahan tersebut bukan hanya yang keenam bagi Feyenoord musim ini, tetapi juga membuat mereka tertinggal 17 poin dari sang juara bertahan. Realistisnya, impian gelar juara kini telah sirna. Feyenoord, dengan 39 poin, kini dihadapkan pada persaingan ketat empat tim untuk memperebutkan dua posisi teratas yang menjamin kualifikasi Liga Champions musim depan, atau setidaknya mengamankan posisi ketiga yang menawarkan jalur ke kompetisi klub paling elit di Eropa.
Kondisi Skuad dan Absensi Pemain
Pertandingan ini diperkirakan akan menjadi pertarungan fisik yang menguras tenaga, mengingat kedua tim tengah dihantam badai cedera.
Daftar Cedera Utrecht
Jesper Karlsson akan dievaluasi setelah mengalami cedera pada menit ke-64 saat melawan Heerenveen. Ia kemungkinan akan bergabung dengan Souffian El Karouani, Zidane Iqbal (lutut), Sebastien Haller (rusuk), dan Siebe Horemans yang diragukan tampil pada Minggu. Selain itu, tuan rumah dipastikan tanpa trio David Min (pergelangan kaki), Victor Jensen (lutut), dan Mike Eerdhuijzen. Absennya Jensen, yang telah menyumbangkan lima gol di liga, akan membuat Utrecht sangat bergantung pada Gjivai Zechiel dan Dani de Wit untuk menambah pundi-pundi gol mereka.
Badai Cedera Feyenoord
Untungnya bagi Utrecht, mereka akan menghadapi tim yang juga dilanda masalah cedera, meskipun Feyenoord berada 11 peringkat di atas mereka di klasemen. Daftar panjang pemain yang absen dari tim Van Persie meliputi Tsuyoshi Watanabe, Gijs Smal, Thomas Beelen, Givairo Read, Gaoussou Diarra, Sam Steijn, Gernot Trauner, Shiloh ‘t Zand, Shaqueel van Persie, dan Malcolm Jeng. Goncalo Borges juga dipastikan absen karena skorsing setelah diusir keluar lapangan pada menit ke-84 saat melawan PSV. Ayase Ueda, yang sebelumnya telah mencetak 19 gol di liga dan Eropa, belum mampu menambah pundi-pundi golnya sejak mencetak empat gol melawan PEC Zwolle pada awal Desember, memperpanjang kemarau golnya menjadi delapan pertandingan. Namun, Anis Hadj Moussa, meskipun tidak mencetak gol atau assist di pertandingan terakhir, dengan enam gol dan empat assist yang dimilikinya, tetap menjadi pemain kunci yang bisa menentukan hasil pertandingan.
Prediksi Pertandingan
Melihat kondisi kedua skuad yang sama-sama pincang akibat cedera, pertandingan ini kemungkinan besar akan berubah menjadi pertarungan yang sengit dan menguras fisik, alih-alih menampilkan kejeniusan taktik. Hasil imbang dengan skor rendah akan menjadi hasil yang cukup untuk menghentikan pendaran bagi kedua manajer, meskipun mungkin tidak sepenuhnya memuaskan basis penggemar masing-masing.



